Rabu, 30 Oktober 2013

NAMA PAHLAWAN DARI PROVINSI RIAU

Nama nama pahlawan berikut ini saya rangkum berdasarkan dari daerah kelahiran dengan maksud tujuan untuk memberikan motivasi untuk generasi muda saat ini agar dapat mencontoh pahlawan-pahlawan dari daerahnya yang mempunyai semangat didalam memperjuangkan daerahnya sampai tingkat nasional bahkan dalam percaturan tingkat internasional. dan juga dipaparkan sekelumit biografi hidup sampai wafatnya. Dan Surat Keputusan dari Negara untuk gelar pahlawan Nasional :

Dimakamkan :
Seremban,
Negeri Sembilan,
Malaysia
Berusia  : 98 tahun


Tuanku Tambusai
Tuanku Haji Muhammad Saleh
Lahir di : Dalu-dalu,Nagari Tambusai,
Rokan hulu Riau,5 November 1784
Wafat di : Seremban,Negeri Sembilan Malaysia,
12 November 1882
 
Beliau adalah Pemimpin pasukan Dalu-dalu, Lubuk Sikaping,Padanglawas, Angkola, Mandailing dan Natal yang berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda. Beliau bersama-sama dengan Tuanku Imam Bonjol dalam perang Padri dan Beliau terkenal dengan Julukan  "De Padrische Tijger van Rokan" (Harimau Paderi dari Rokan).Dan juga terkenal sebagai Penyebar Agama Islam

SK Pres : 071 /TK/1995 bertanggal 7 - 8 - 1995



Dimakamkan di : Pulau Penyengat, Indera sakti,tanjung Pinang

Raja H. Fisabilillah
(Pangeran Sutawijaya, Panembahan Senopati)
Usia saat meninggal : 59 tahun 
Lahir  di : Kota lama, Ulu sungai Riau, tahun : 1725
Wafat di: Teluk Ketapang Melaka, 18 Juni 1784

Beliau adalah Seorang Raja (Yang dipertuan Muda) Kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang IV

SK Press :072/TK/1997 bertanggal 11-8-1997




lahir di Siak,Sri Indrapura
Riau,1 Desember 1893

SARIF KASIM II
Sultan Asyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syarifuddin

Wafat di : Rumbai,Pekanbaru,,23 April 1968
Lokasi Makam : Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau
Beliau adalah Sultan ke 12 di Kesultanan Siak Sri Indrapura. Beliau adalah salah seorang yang mendukung Perjuangan Kemerdekaan Indonesia dan Mendorong raja-raja yang ada di Sumatera Timur untuk mendukung dan mengintegrasikan diri dengan Republik Indonesia. Dan beliau menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk Pemerintahan Republik Indonesia,setara dengan  214,5 juta gulden (2014) atau 120,1 juta USD atau Rp 1,47 trilyun.  
SK Pres : 109/TK/1998 bertanggal 6-11-1998



Lahir : 1808   di Selangor
Wafat : 1873   di Pulau Penyengat,Kepulauan Riau, Indonesia


SK Pres :089/TK/TH 2004 bertanggal 5-11-2004
(kepulauan Riau)

Raja Ali Haji
(Raja Ali Haji Bin Raja Haji Ahmad)
Lokasi Makam: Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang 
Beliau adalah seorang Sejarahwan, Pujangga, dan Penulis buku dan Beliau adalah Pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu, kelak dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai Bahasa Indonesia
Karya terkenal
Puisi 
Gurindam Dua Belas (1847)
Buku 
Tuhfat al-Nafis (Bingkisan Berharga) (1860)
Silsilah Melayu dan Bugis (1865)
Karya lain
  Bustan al-Kathibin (1857)
Kitab Pengetahuan Bahasa (Tidak selesai) (1850-an)
Intizam Waza'if al-Malik (1857)
Thamarat al-Mahammah (1857)

NAMA PAHLAWAN DARI PROVINSI SUMATERA UTARA

Nama nama pahlawan berikut ini saya rangkum berdasarkan dari daerah kelahiran dengan maksud tujuan untuk memberikan motivasi untuk generasi muda saat ini agar dapat mencontoh pahlawan-pahlawan dari daerahnya yang mempunyai semangat didalam memperjuangkan daerahnya sampai tingkat nasional bahkan dalam percaturan tingkat internasional. dan juga dipaparkan sekelumit biografi hidup sampai wafatnya. Dan Surat Keputusan dari Negara untuk gelar pahlawan Nasional :


Lahir : 
Bakkara, Humbang Hasundutan,
18 Februari 1845
Wafat : 
Dairi, 17 Juni 1907


Si Singamangaradja XII

Dimakamkan di Tarutung, Tapanul Utara Dan  dipindah ke Balige(1953) Oleh Sukarno 
Pemimpin legendaris masyarakat Batak bermarga Sinambela ini mempunyai gelar Patuan Bosar Ompu Pulo Batu. Beliau naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Raja Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon. Penobatannya sebagai raja ke-12 bersamaan dengan masuknya Belanda ke Sumatera Utara. Disini Belanda berusaha menanamkan monopoli atas perdagangan di Bakkara. Hal ini memicu Perang Batak yang dipimpin oleh Sisingamangaraja XII hingga puluhan tahun lamanya. Setelah Bakkara dikuasai Belanda, beliau masih memimpin perang gerilya sampai akhirnya beliau gugur ditembak Belanda di Dairi beserta ketiga putra-putrinya. 
SK Pres: 590 Tahun 1961  bertanggal 9 – 11 – 1961


Lahir di : Sibuluan,Sibolga,Sumut
19 Februari 1899
Wafat di

Jakarta,7 Oktober 1962

Dr. Ferdinand Lumban Tobing
(FL TOBING)  
Umur     : 63 tahun, Agama   : 
Kristen Protestan
  • Lulusan sekolah dokter STOVIA 
  • Beliau pernah bekerja di RS Cipto mangunkusumo Jakarta. 
  • Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Menteri Transmigrasi dan Menteri Kesehatan (pejabat sementara).
  • Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Namanya sekarang diabadikan menjadi nama bandara di kabupaten Tapanuli Tengah.
SK Pres: 361 Tahun 1962 bertanggal 17 – 11 – 1962

    
Lahir di :
Barus,Tapsel,SUMUT,
2 September  1909
Wafat di
Jakarta, 2 Maret 1963
Berusia   : 53 tahun
Agama    : Islam
Pendidikan
  • HIS (Hollands Indische School) 
  • sekolah menengah calon guru, Normal School.
  • pengetahuan agama di Madrasah di surau dan saat menjalani pelatihan seni bela diri Pencak 
 usia 16 tahun.Pada tahun 1955 itu pula Zainul berangkat haji untuk pertama dan terakhir kali ke Tanah Suci bersama Presiden Sukarno. Di sana ia dihadiahi sebilah pedang berlapis emas oleh Raja Arab Saudi, Raja Saud.Beliau Wafat tertembak peluru Saat salat Idul Adha (14-05-1962) di barisan terdepan bersama Sukarno, Yang diarahkan seorang pemberontak DI/TII dalam percobaannya membunuh presiden. Zainul Arifin akhirnya wafat 2 Maret 1963 Setelah menderita luka bekas tembakan dibahunya selama sepuluh bulan .

SK Pres: 35 Tahun 1963 bertanggal 4 – 3 – 1963

K.H. Zainul Arifin

Beliau anak tunggal dari keturunan raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan dengan perempuan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing, Siti Baiyah boru Nasution. Karena orangtuanya bercerai ia dibawa pindah oleh ibunya ke Kotanopan, kemudian ke Kerinci, Jambi saat itu beliau masi balita.

 Kegiatan :
  • Anggota GP Ansor 1930 
  • Ketua Cabang NU Jatinegara 
  • Ketua Majelis Konsul NU Batavia hingga 942. 
  • Wakil  NU dalam kepengurusan Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi)
  • Aktif dalam organisasi kepemudaan NU, GP Ansor, 
Bekerja
  • Pegawai PAM di pemerintahan kotapraja kolonial (Gemeente) 5 taun),
  • Guru sekolah dasar dan mendirikan balai pendidikan 
Karier 
  • Bantuan hukum bagi masyarakat Betawi
  • Aktif kembali dalam kegiatan seni sandiwara musikal tradisional Betawi yang berasal dari tradisi Melayu, Samrah, 
  • Mendirikan kelompok samrah bernama Tonil  Zainul
  • Wakil  partai Masyumi di Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP)
  • Memimpin gerilya Laskar Hizbullah di Jawa Tengah dan Jawa Timur (Agresi Militer I dan II.)
  • Anggota Komisariat Pemerintah Pusat di Jawa (KPPD), masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berkedudukan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
  • Sekertaris Pucuk Pimpinan TNI.
  • Wakil Partai Masyumi di DPRS (1949)
  • Wakil Partai NU 
  • Wakil perdana menteri (waperdam) dalam Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1953-1955).
  • Tokoh penting yang berhasil menempatkan partai NU ke dalam "tiga besar" pemenang pemilu 1955, dimana jumlah kursi NU di DPR meningkat dari hanya 8 menjadi 45 kursi. 
  • Wakil ketua I DPR RI, setelah pemilu 1955, 
  • Wakil NU dalam Majelis Konstituante 
  • Ketua DPR Gotong Royong (DPRGR) 
  • aktif dalam kegiatan seni sandiwara musikal melayu, Stambul Bangsawan sebagai penyanyi dan pemain biola. Stambul Bangsawan merantau ke Batavia (Jakarta).
 

Lahir di  
Balige,Sumatera Utara,
19 Juni 1925
Wafat di
Lubang  Buaya,Jakarta,
01 Oktober 1965 
Mayjen. TNI. Anm.D.I. Pandjaitan.
 dimakamkan di 
TMP Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965 
Beliau terbunuh pada peristiwa G 30 S tanggal 30 September 1965 
karir :
  • Anggota TKR (sekarang TNI).
  • Pada saat itu jabatan beliau adalah Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).
Beliau bersama kesembilan korban G 30 S lainnya dijuluki pahlawan Revolusi. Untuk mengenang jasa-jasanya dibangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

SK Pres: 111/Koti/1965 bertanggal 5-10-1965
Pahlawan Revolusi


Lahir di :   
Tanjung Pura,Langkat,
28 Februari 1911
Wafat di : 
 Kwala Begumit, Binjai,
20 Maret 1946
Usia       : 35 tahun
Makam 
Masjid Azizi TanjungPura,Langkat,Sumut 

menghasilkan 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris asli, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli dan 1 prosa terjemahan. Secara keseluruhan ada sekitar 160 karya Amir yang berhasil dicatat

SK Pres: 106/TK/1975
    

Tengku Amir Hamzah
  • Belajar mengaji di Maktab Putih di sebuah rumah besar bekas istana Sultan Musa, di belakang Masjid Azizi Langkat di belakang Masjid Azizi Langkat
  • Sekolah Menengah Langkatsche School (HIS),
  • MULO di Medan dandi Jakarta,
  • Aglemeene Middelbare School (AMS) jurusan Sastra Timur di Solo,
  • Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta
Sebagaimana kerajaan Melayu lainnya, Langkat juga memiliki tradisi sastra yang kuat. Lingkungan istana inilah yang pertama kali mengenalkan dunia sastra pada dirinya. Dalam lingkungan yang seperti itulah, kecintaan Amir terhadap sejarah, adat-istiadat dan kesusasteraan negerinya tumbuh. Lingkungan Tanjungpura juga sangat mendukung perkembangan sastra Melayu, mengingat penduduknya kebanyakan berasal dari Siak, Kedah, Selangor dan Pattani. Pernah menjabat sebagai
  •  memimpin Kongres Indonesia Muda di Solo (1931)
  • Menurutnya, bahasa Melayu adalah bahasa yang molek, yang tertera jelas dalam suratnya kepada Armijn Pane pada bulan November 1932.
  • Bahasa Indonesia bagi Amir adalah simbol dari kemelayuan, kepahlawanan, dan juga keislaman.
  • Syair-syair Amir adalah refleksi dari relijiusitas, kecintaan pada ibu pertiwi dan kegelisahan sebagai seorang pemuda Melayu.
Kumpulan sajak Buah Rindu,Nyanyi Sunyi,Setanggi Timur,Terjemah Baghawat Gita 
   


Lahir di :
Pematang Siantar,SUMUT
22 Juli 1917
Wafat di

Bandung Jabar
5 September 1984 
Dimakamkan di 
TMP Kalibata Jakarta 

H. ADAM MALIK
Jabatan : 
  • Wakil presiden Indonesia yang ketiga.
  • Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain Departemen Luar Negeri dan Departemen Perdagangan.
  • Ketua DPR tahun 1977 – 1978.
  • Menteri Luar Negeri, pada tahun 1971
  • Terpilih sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi Ketua Majelis Umum PBB ke-26. Bersama Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN,
  • Pelopor terbentuknya ASEAN tahun 1967.
  • Wakil Perdana Mentrei.
  • Pelopor berdirinya Kantor Berita Antara
Untuk mengenang perjuangan beliau, dibangun sebuah museum di jalan Diponegoro No. 29 Jakarta.

SK pres: 107 / TK / 1998 bertanggal 6 – 11 – 1998





Lahir di 
Kotanopan, Sumut,
3 Desember 1918
meninggal di 

Jakarta,6 September 2000
umur 81 tahun)
Dimakamkan 
 TMP Kalibata Jakarta

SK Pres:  073/TK/2002 bertanggal 6 – 11 – 2002

Jenderal Besar TNI A.H. Nasution

Beliau merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean
  • Pada saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.
  • Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Sebagai seorang pakar militer, AH Nasution sangat dikenal sebagai ahli  perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Fundamentals of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point Amerika Serikat.
JABATAN : 
Jenderal Besar TNI,Ahli Perang Gerrilya,Panglima Angkata Perang.Ketua MPRS,Menteri Pertahanan dan KSAD sebanyak 2 kali menjabat.


 Lahir di 
Kampung Batu Karang,
Karo,Sumut,1852
            
Kiras Bangun (Garamata)

Wafat di : 
22 Oktober 1942

di Makamkan :  
Desa Batu Karang,Payung,Karo
Beliau adalah seorang ulama dari Tanah Karo yang menggalang pasukan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh untuk menentang penjajahan Belanda.
Pasukan yang disebut pasukan Urung tersebut beberapa kali terlibat pertempuran terbuka maupun gerilya dengan Belanda di Karo. Kiras pernah dibuang ke Cipinang bersama kedua anaknya antara tahun 1919-1926.
 
  SK Pres: 082/TK/TH 2005 bertanggal 7-11-2005



Lahir
Bukittinggi,21 Februari 1948
Wafat : 
Medan, 5 September 2005

Mayjen (Purn) H Tengku Rizal Nurdin

Putera Melayu Deli ini pernah menjabat sebagai :
  • Pangdam I TNI Bukit Barisan tahun 1997-1998.
  • Gubernur Sumatera Utara selama dua periode antara tahun 1998 sampai dengan 2005.
Sebuah kecelakaan tragis mengakhiri hidupnya. Dia meninggal dalam  kecelakaan pesawat Mandala Airlines penerbangan RI 091 jurusan Medan-Jakarta pada tanggal 5 September 2005.

Penetapan : Keppres No. 083/TK/2005
 tanggal 9 November 2005

  

lahir di
Sidikalang,
Sumatera Utara,
28 Januari 1920
meninggal 
di Jakarta,
1 Januari 1990
pada umur 69 tahun

Simatupang dilahirkan dalam sebuah keluarga sederhana. Ayahnya Simon Mangaraja Soaduan Simatupang, terakhir bekerja sebagai pegawai kantor pos.

Penetapan : Keppres

 No. 068/TK/2013 
tanggal 6 November 2013
 

Tahi Bonar Simatupang 
( T.B. Simatupang )

Pendidikan :
  • HIS Pematangsiantar dan lulus pada 1934.
  • MULO Tarutung 1937,
  • AMS di Jakarta dan selesai pada 1940.
  • diterima di Koninklije Militaire Academie (KMA) - akademi untuk anggota KNIL, di Bandung dan selesai pada 1942,
  • dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat.(1969)
  • Pernah menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI (1948-1949)
  • Kepala Staf Angkatan Perang RI (1950-1954).
  • Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI. 1954-1959
  • Ia kemudian mengundurkan diri dengan pangkat Letnan Jenderal dari dinas aktifnya di kemiliteran karena perbedaan prinsipnya dengan Presiden Soekarno
pelayanan Gereja dan aktif menyumbangkan pemikiran-pemikirannya tentang peranan Gereja di dalam masyarakat.
  • Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia,
  • Ketua Majelis Pertimbangan PGI,
  • Ketua Dewan Gereja-gereja Asia,
  • Ketua Dewan Gereja-gereja se-Dunia, dll.
  • Ketua Yayasan Universitas Kristen Indonesia
  • Ketua Yayasan Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) dan pencetusnya   


   
 Kepress No.115 TK 2014 Tanggal 06 Nov 2014

Letjen TNI 
(Purn)Djamin Gintings

lahir di Karo, Sumut, 12 Januari 1921 dan 
wafat di Ottawa, Kanada, 23 Oktober 1974 
pada umur 53 tahun

Beliau tokoh dari Sumatera Utara dan beliau adalah pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda, beliau juga seorang petinggi TNI yang berhasil menumpas pemberontakan Nainggolan di Medan pada April 1958



Selain Nama Pahlawan diatas yang telah mendapat SK sebagai pahlawan Nasional Indonesia masih banyak pahlawan-pahlawan dari Sumatera Utara lainnya yang belum mendapat gelar pahlawan Nasional, tapi bagaimanapun juga mereka adalah kesuma bangsa yang tak pernah padam dari sejarah bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Semoga bermanfaat...............

Referensi : berbagai sumber